Penyakit Jaringan Penyangga Gigi
PREVENTIF DENTISTRY
OLEH:
Nama : TEJA FEBRIANTO
NIM : 175110526
SEMESTER : IV A
DOSEN
PEMBIMBING:
drg. Lisnyetty, M, Kes
Nova Herawati, SKp, G, M, Kes
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
POLTEKKES KEMENKES RI
PADANG
2019
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi
allah SWT yang menciptakan, mengatur dan menguasai seluruh mahkluk didunia dan
akhirat. Semoga kita senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan ridho-Nya.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasullulah Muhammad SAW,
beserta keluarganya yang telah membimbing manusia untuk meniti jalan lurus
menuju kejayaan dan kemulian.
Pada kesempatan kali, penulis
menulis sebuah makalah yang berjudul Penyakit Jaringan Penyangga Gigi penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua yang telah
mendukung penulis dalam pembuatan makalah ini. Kemudian juga mengucapkan terima
kasih kepada dosen penulis yaitu ibu drg.Lisnayetty, M, Kes dan ibu Nova Herawati, SKp,G, M.
Kes, selaku pembimbing penulis dalam
pembuatan makalah ini serta semua pihak yang telah membantu penulis sehingga
makalah ini bisa terselesaikan.
Penulis berharap, agar makalah yang berjudul Penyakit Jaringan Penyangga
Gigi ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya dan dapat menjadi acuan dalam
pembuatan makalah lain dengan tema yang sama.
Bukittinggi, Maret 2019
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Gingivitis maupun periodontitis disebabkan oleh bakteri yang ada di
sekitar gingiva. Mikroorganisme ini terdapat pada plaksupra-ginggival dan
sub-ginggival. Radang dari gingiva adalah reaksi gingiva terhadap rangsangan
dari plak, dari sulkus keluar cairan
yakni eksudat, yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri. Radang disebut
gingivitis kalau ginggivamenunjukkan gejala-gejala pembengkakan, perubahan
warna dan pendarahan karena pemeriksaan dengan sonde.
Pada periodontitis sudah terjadi sebuah kerusakan sehingga terbentuk
poket. Hamper semua anak yang berusia 11-17 tahun menderita gingivitis. Pada
golongan 15-24 tahun, 53% menderita periodontitis. Yakni sekitar gigi terbentuk
poket dengan kedalaman lebih dari 3 mm, dan sudah ada gejala-gejala kerusakan
tulang. Dengan bertambahnay usai maka bertambah pula jumlah poket dan kedalaman
poket.
1.2.Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan penyakit jaringan
penyangga gigi ?
b. Jelaskan etiologi penyakit periodontal ?
c. Jelaskan mekanisme penyakit periodontal ?
d. Bagaimana cara pencegahan penyakit
periodontal ?
1.3.Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui pengertian penyakit
jaringan penyangga gigi.
b. Untuk mengetahui etiologi penyakit
periodontal.
c. Untuk mengetahui mekanisme penyakit
periodontal.
d. Untuk mengetahu cara pencegahan penyakit
periodontal.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Gingivitis maupun periodontitis disebabkan oleh bakteri yang ada di
sekitar gingiva. Mikroorganisme ini terdapat pada plaksupra-ginggival dan
sub-ginggival. Radang dari gingiva adalah reaksi gingiva terhadap rangsangan
dari plak, dari sulkus keluar cairan
yakni eksudat, yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri. Radang disebut
gingivitis kalau ginggivamenunjukkan gejala-gejala pembengkakan, perubahan
warna dan pendarahan karena pemeriksaan dengan sonde.
Pada periodontitis sudah terjadi sebuah kerusakan sehingga terbentuk
poket. Hamper semua anak yang berusia 11-17 tahun menderita gingivitis. Pada
golongan 15-24 tahun, 53% menderita periodontitis. Yakni sekitar gigi terbentuk
poket dengan kedalaman lebih dari 3 mm, dan sudah ada gejala-gejala kerusakan
tulang. Dengan bertambahnay usai maka bertambah pula jumlah poket dan kedalaman
poket.
1.2.Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan penyakit jaringan
penyangga gigi ?
b. Jelaskan etiologi penyakit periodontal ?
c. Jelaskan mekanisme penyakit periodontal ?
d. Bagaimana cara pencegahan penyakit
periodontal ?
1.3.Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui pengertian penyakit
jaringan penyangga gigi.
b. Untuk mengetahui etiologi penyakit
periodontal.
c. Untuk mengetahui mekanisme penyakit
periodontal.
d. Untuk mengetahu cara pencegahan penyakit
periodontal.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Penyakit Jaringan Penyangga Gigi
Penyakit
jaringan penyangga atau jaringan periodental adalah penyakit yang disebabkan
adanya infeksi pada jaringan periodontal. Penyakit
periodontal menyerang pada daerahtepat dibawah sulkus gingiva. Penyakit ini akan
menyebabkan terpisahnya gigi dengan jaringan periodontal. Saat jaringan periodontal
rusak,maka sulkus akan berubah menjadi poket periodontal
Penyakit
periodontal memiliki tanda dan gejala yaitu:
a.
Pembengkakan
pada gingiva
b.
Nyeri
pada gingiva atau gigi menjadi sensitif saat mengunyah
c.
Pendarahan
gingiva yang terjadi pada saat menggosok gigi
d.
Gigi
tanggal pada orang dewasa
e.
Gigi
goyang
f.
Adanya
nanah pada gingiva
g.
Bau
nafas yang tidak sedab
a.
Gingivitis
Gingivitis
adalah peradangan pada gusi(gingiva). Gingiva sering terjadi dan bisa timbul
kapan saja setelah tumbuhnya gigi. Cici-cirinya gusi meradang,tampak
merah,membengkak dan mudah berdarah.
Gingivitis
hampir selalu terjadi akibat penggosokan dan flosing (membersihkan gigi dengan
menggunakan benang gigi) yang tidak benar. Sehingga plak tetap ada di sepanjang
garis gusi. Plak merupakan penyebab utama terjadinya gingivitis.
Faktor-faktor yang akan memperburuk peradangan:
1.
Kehamilan.
Bila sebelum kehamilan sudah terjadi gingivitis, maka gingivitis akan semakin
memburuk selama masa kehamilan. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan
hormonal.
2.
Pubertas
3.
Pil
KB atau sintik KB
4.
Konsumsi
obat-obatan tertentu, antara lain fenitoin (obat anti kejang), siklosporin
(diminum oleh penderita yang menglami pencangkokan organ), calcium channel
blockers (misalnya nifedipin, obat untuk mengendalikan tekanan darah dan
kelainan irama jantung). Mengkonsumsi obat-obat tersebut dapat menyebabkan
pertumbuhan gusi yang berlebihan sehingga plak sulit dibersihkan dan terjadilah
gingivitis.
5.
Kekurangan
vitamin C sehingga gusi meradang dan mudah berdarah .
Macam-macam gingivitis:
1.
Gingivitis deskuamativa
Merupakan suatu
keadaan yang paling sering ditemukan pada wanita pasca menopause dimana lapisan
gusi yang paling luar terpisah dari jaringan di bawahnya. Gusi menjadi sangat
longgar sehingga lapisan terluarnya bisa digerakkan dengan kapas lidi.
Gingivitis deskumatif adalah penyakit kronis pada gingiva yang jarang
terjadi. Gingivitis ini melibatkan gingiva interdental, bebas dan cekat.
Penyakit ini sering dianggap sebagai bukan suatubbentuk penyakit melainkan
sebagai manifestasi klinik dari sejumlah penyakit.
2.
Gingivitis simpleks
Gusi tampak
merah,bukan pink. Gusi membengkak dan mudah digerakkan. Jika penderita
menggosok gigi atau makan,gusi seringkali berdarah. Jika gingivitisnya berat,
maka pada saat bangun pagi bantal akan dipenuhi oleh bercak darah, terutama
jika pada saat tidur penderita bernafas menggunakan mulut.
3.
Gingivostomatitis Herpatik Akut
Merupakan
infeksi virus pada gusi dan bagian mulut lainnya, yang menimbulkan nyeri. Gusi
tampak berwarna merah terang dan terdapat banyak luka terbuka yang berwarna
putih atau kuning di dalam mulut.
4.
Gingivitis pada Leukimia
Merupakan tanda
awal dari leukimia pada sekitar 25% penderita anak-anak. Penyusupan (Infiltrasi) sel-sel leukimia ke dalam gusi menyebabkan
gingivitis dan berkurangnya kemampuan untuk melawan infeksi akan semakin
memperburuk keadaan gini. Gusi tampak merah dan mudah berdarah. Pendarahan
seringkali berlanjut sampai beberapa menit atau lebih karena pada penderita
leukimia, darah tidak membeku secara normal.
b.
Periodontitis
Periodontitis
adalah infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang alveolar yang
menyangga gigi. Semua penyakit jaringan periodontal termasuk periodontitisakan
mempengaruhi periodonsium atau jaringan di sekitar gigi. Periodontitis dapat
menyebabkan gigi tanggal atau yang lebih buruk, meningkatnya resiko serangan
jantung atau stoke dan masalah kesehatan serius lainnya.Tanda-tanda dan gejala
periodontitis:
1.
Inflamasi Gingiva dan perndarahan
Keparahan inflamasi
gingiva tergantung pada status kebersihan mulut; bila buruk, inflamasi gingiva akan timbul dan
terjadi perdarahan waktu penyikatan atau bahkan perdarahan spontan.
2. Poket
Teoritis, bila
tidak ada pembengkakan gingiva, poket sedalam lebih dari 2 mm menunjukkan
adanya migrasi ke apikal dari epitelium krevikular, tetapi pem bengkakan
inflamasi sangat sering mengenai individu muda usia sehingga poket sedalam 3-4
mm dapat seluruhnya merupakan poket gingiva atau poket palsu.
3.
Resesi gingiva
Resesi gingiva
dan terbukanya akar dapat menyertai periodontitis kronis tetapi tidak selalu
merupakan tanda dari penyakit. Bila ada resesi, pengukuran kedalaman poket
hanya merupakan cerminan sebagian dari jumlah kerusakan periodontal seluruhnya.
4.
Mobilitas gigi
Beberapa
mobilitas gigi pada bidang labiolingual dapat terjadi pada gigi yang sehat,
berakar tunggal, khususnya pada gigi insisivus bawah yang lebih mobil daripada
gigi berakar jamak. Bertambahnya mobilitas gigi disebabkan karena:
a.
Penyebaran
inflamasi dari gingiva ke Jaringan yang terletak lebih dalam.
b.
Kerusakan
jaringan penopang.
c.
Trauma
oklusal
5.
Migrasi gigi
Gerakan gigi (atau gigi geligi) keluar dari posisi sebenarnya di
dalam lengkung rahang merupakan tanda umum dari penyakit periodontal dan salah
satu penyebab yang membuat pasien cemas. Posisi gigi pada keadaan sehat dapat
dipertahankan oleh keseimbangan lidah, bibir dan tekana oklusal. Bila jaringan
penopang rusak, tekanan ini menentukan pola migrasi gigi.
6.
Nyeri
7.
Krusakan tulang alveolar
8.
Halitosis dan rasa tidak
enak
2.2 Etiologi Penyakit Periodental
a.
Faktor-faktor
Primer
Penyebab primer
dari penyakit periodontal adalah iritasi bakteri. Meskipun demikian, sejumlah
kecil plak biasanya tidak mengganggu
kesehatan gingiva dan periodontal.
1.
Teori Plak
Hubungan antara kebersihan mulut dan penyakit gingiva sudah
ditenukan sejak zaman purba. Dewasa ini sudah cukup banyak bukti yang mendukung
hubungan tersebut.
1.
Jumlah
bakteri yang ada pada leher gingiva yang inflamasi/poket periodondal lebih
besar dari pada leher gingiva yang sehat.
2.
Bila
ada inflamasi gingiva/poket periodondal jumlah organisme di dalam mulut akan
meningkat.
3.
Injeksi
bakteri mulut manusia pada babi dapat menimbulkan pembentukan abses, kalau
bakteri ini bersifat pathogen.
4.
Penelitian
epidemiologis terhadap berbagai kelompok populasi di berbagai belahan dunia
menunjukkan hubungan langsung antara jumlah deposit bakteri yang diukur melalui
indeks kebersihan mulut dan keparahan inflamasi gingiva.
5.
Data
epidemiologi menunjukkan hubungan langsung antara status kebersihan mulut dan
derajat kerusakan periodontal seperti terlihat dari gambaran radiografi tentang
kerusakan tulang alveolar.
6.
Produksi
inflamasi gingiva dalam percobaan, dengan cara penarikan semua bentuk pembersih
mulut.
7.
Pemberian
diet yang lunak dan lengket pada hewan juga dapat menimbulkan penyakit
periodontal.
8.
Penelitian
epidemiologi menunjukkan bahwa control kebersihan mulut dapat mengurangi
terjadinya gingivitis.
9.
Inflamasi
gingiva karena deihentikannya
pembersihan mulut dapat dapat dicegah dengan menggunakan larutan kumur
antiseptic tertentu misalnya kloheksidin glukonat, baik pada manusia maupun
hewan percobaan.
10.
Antibiotic
sistematik maupun topical juga dapat mengurangi inflamasi gingiva
11.
Iritasi
mekanis seperti tepi tumpatan yang berlebihan atau tumpatan yang kasar,tidak
menimbulkan inflamasi gingiva kecuali bila tumpatan tertutup plak bakteri
12.
Pada
hewan bebas organisme, kerusakan mekanis dari gingiva akibat pemakaian benang
sutra antara gigi-geligi kelihatannya tidak menimbulkan inflamasi gingiva atau
kerusakan tulang alveolar.
13.
Kultur
bakteri dari poket periodontal manusia dapat menghasilkan enzim yang dapat
mendegradasi jaringan ikat gingiva
14.
Pada
penyakit periodontal terlihat kenaikan titer antibody terhadap plak bakteri.
15.
Limvosit
dan sel plasma pembentuk immunoglobulin yang terdapat pada jaringan ikat
gingiva dan cairan gingiva akan bertambah jumlahnya bila ada inflamasi gingiva.
16.
Pada
penelitian in vitro, limvosit diaktifan oleh deposit plak dan terlihat hubungan
langsung antara keparahan penyakit periodontal dengan transformasi limvosit.
17.
Bila
individu dewasa muda yang sehat tidak membersihkan mulutnya selama 28 hari,
akumulasi plak bakteri dan inflamasi gingiva yang terbentuk akan berhubungan
dengan bertambahnya transformasi limvosit dalam pengeluaran faktor penghambat
migrasi. Respon selular ini kembali normal 28 hari setelah plak di bersihkan
2.
Teori bakteri spesifik dan non-spesifik dari etiologi penyakit
periodontal
a)
Teori
spesifik
Menurut teori spesifik murni,bakteri patogen spesifik tunggal
merupakan penyebab penyakit inflamasi periodontal. Pada keadaan ini perawatan
harus dirahkan untuk menghilangkan bakteri patogen spesifik dari dalam mulut
dengan pemberian antibiotik spektrum sempit yang tepat.
Selanjutnya kontrol plak
tidak perlu dilakukan karena plak tanpa bakteri patogen spesifik akan menjadi
non-patogenik. Meskipun demikian belum satupun yanng dapat memenuhi kriteria
socransky bahwa penyakit dapat disembuhkan dengan menghilangkan spesies yang
diduga tanpa merubah kondisi plak.
b)
Teori
non-spesifik
Menurut teori non-spesifik murni bakteri mulut terkolonisasi pada
leher gingiva untuk membentuk plak pada keadaan tidak ada kebersihan mulut yang
efektif. Penyakit inflamasi periodontal terbentuk bila proliferasi bakteri
melebihi ambang batas resistensi hospes dan disebabkan karena efek flora plak
total. Oleh karena itu kontrol plak yang menyeluruh dianggap perlu untuk
mencegah dan merawat penyakit inflamasi periodontal.
b.
Faktor
sekunder
a)
Faktor lokal
1.
Restori
yang keliru
Restorasi yang
keliru mungkin merupakan faktor yang paling menguntungkan bagi retensi plak.
Tepi tumpatan yang berlebihan sangat sering ditemukan dan berasal dari
penggunaan matrik yang cerboh dan kegagalan untuk memoles bagian tepi. Restorasi
dengan kontur yang buruk, terutama yang konturnya terlalu besar dan mahkota
atau tumpatan yang terlalu cembung dapat menghalangi aksi penyikatan gigi yang
efektif.
2.
Kavitas
karies
Kavitas karies
terutama di dekat tepi gingiva, dapat merangsang terbentuknya daerah timbunan plak.
3.
Tumpukan
sisa makanan
Sisa makanan
adalah baji yang kuat dari makanan terhadap gingiva diantara gigi gelligi. Bila gigi geligi bergerak saling
manjauhi dapat terbentuk baji makanan khususnya bila ada plunger cusp.
4.
Geligi
tiruan sebagian lepasan yang disainnya tidak baik
Giligi tiruan
bagian lepas dengan desain yang buruk,
cendrung berfungsi sebagai fokus timbunan plak. Akibat lanjut dari
geligi tiruan sebagian dengan desain yang buruk adalah stress oklusal yang
berlebihan pada gigi-gigi penyangga,dan faktor ini bersama dengan inflamasi
gingiva karena plak adalah penyebab paling umum dari tanggalnya satu gigi.
5.
Pesawat
ortodonti
Pesawat
ortodonti yang dipakai siang dan malam, akan
mengakibatkan inflamasi yang
parah disertai dengan pembengkakan gingiva yang terjadi.
6.
Susunan
gigi geligi yang tidak teratur
Susunan gigi yang tidak teratur seringkali disertai dengan
inflamasi gingiva dan merupakan kasus untuk perawatan ortodonti kecuali bila
teknik pembersihan pasien sangat baik.
7.
Kurangnya
seal bibir atau kebiasaan bernafas melalui mulut
Kurangnya seal
bibir sering berhubungan dengan
kebiasaan bernafas melalui mulut,seal bibir yang kurang memadai juga dapat
terjadi walaupun pasien bernafas melalui hidung.
8.
Merokok
tembakau
9.
Groove
perkembangan pada enamel serviakal atau permukaan akar.
b)
Faktor hospes
2.3 Mekanisme Pembentukan Penyakit
Bakteri adalah penyebab utama dari penyakit periodontal, namun
jarang ditemukan pada jaringan dalam keadaan periodontitis kronis kecuali
selama pembentukan abses. Hanya pada gingivitis ulseratif akut spirochaeta
ditemukan menyerang jaringan tetapi masih dalam batas normal dan hanya
berpenetrasi superfisial. Epitelium krevikular yang utuh tidak mudah tertembus
oleh bakteri, tetapi dapat ditembus oleh antigen bakteri, metabolit dan enzim.
Di sini diperkirakan bahwa inflamasi dan kerusakan jaringan disebabkan karena
produk-produk tersebut.
a.
Efek langsung dari bakteri
Untuk dapat menimbulkan kerusakan bakteri harus:
1.
Berkolonisasi
pada leher gingiva dengan menyerang pertahanan hospes,
2.
Merusak
barier krevikular epitelial, atau
3.
Memproduksi
substansi yarg dapat menimbulkan kerusakan jaringan baik secara langsung maupun
tidak langsung, Masing-masing mekanisme tersebut akan dibicarakan secara
terpisah:
b. Metabolit bakteri dan faktor toksit
Ada bebersapa metabolit bakteri dan produk toksik yang dapat merusak
jaringan atau merangsang terjadinya inflamasi. Faktor-faktor ini mencakup
amoniak,ammin toksin, indole,asam
organik,hidrogen sulfida,metilmerkaptan,dan dimetil disulfida.
1.
Antigen
bakteri
Daerah
infeksi periodontal
Daerah-daerah infeksi periodontal:
1.
Plak
supra gingiva
2.
Flora
subgingiva yang terdiri dari:
a.
Melekat
pada akar
b.
Bebas
di dalam poket
c.
Didalam
sementum
d.
Pada
atau didalam dinding jaringan lunak poket
2.
Serangan
bakteri
Serangan bakteri pada jaringan pada kasus periodontitis hanya
kadang-kadang dapat ditemukan pada periodontitis kronis tahap lanjut dan
juvenille periodontitis.
c.
Kerusakan jaringan tidak langsung
a.
Imunitas
b.
Inflamasi
Degradasi kolagen
Merupakan proses multi tahap. Masing-masing molekul kolagen terdiri
dari 2 regio yang berbeda. Regio yang besar (96% berat molekul) adalah regio
berbentuk helikel tripel yang resisten terhadap serangan sebagian besar
proteinase kecuali kolagenase. Regio terminal yang lebih kecil terdiri dari
peptida yang disebut peptida terminal,yang mengandung daerah hubungan sialng
intra dan inter molekuler.
Degradasi proteoglikan
Bila jaringan ikat terdegradasi pada keadaan sakit, katabolisme
dari kolagen sering ditimbulkan oleh proteoglikan tersebut. Proteoglikan terdiri
dari glikosaminoglikan (GAG) yang berikatan dengan inti protein.
Enzim proteolitik dan sel-sel inflamasi
Enzim proteolitik yang terdapat dalm sel-sel inflamasi.
PMN,makkrofag dan sel mast.
Leukosit
polimorfonuklear neutrofil
PMN
mengandung dan mengeluarkan asam dan proteinase netral
Makrofaq
Makrofaq mensintesa berbagai proteinase,tingkatannya biasanya lebih
rendah bila dibandingkan dengan pada PMN terapi jumlah yang diproduksi akan
makin bnyak dengan berjalannya waktu
Degradasi jaringan ikat oleh proteinase sel inflamasi
Resorpsi tulang
Resopsi tulang mungkIn
merupakan faktor paling kritis pada kerusakan daerah perlekatan akibat
periodontitis yang menyebabkan tinggalnya gigi.
2.4 Pencegahan Penyakit Jaringan Penyangga
1.
Jika
penyebabnya adalah obat-obatan,maka pertumbuhan gusi yang berlebihan harus
diangkat melalui pembedahan.
2.
Jika
terjadinya kekurangan vitamin C dan niasin,berikan tambahan vitamin
3.
Untuk
mencegah terjadinya pendarahan pada leukimia,sebaiknya penderita membersihkan
giginya tidak dengan sikat gigi,tetapi menggunakan bantalan atau busa. Obat
kumur klorexsidin bisa diberikan untuk mengendalikan plak dan
mencegah infeksi mulut.
4.
Untuk
pengobatab infeksi akut yang tanpa komplikasi dapat diberikan anti biotik
5.
Penggunaan
antiseptik kumur seperti klorhexidin dapat membantu mengurangi jumlah kuman
dalam mulut
6.
Bila
nyeri dirasakan sangat mengganggu maka dapat diberikan pereda nyeri
7.
Dilakukan
metode makanis untuk pembersihksn plak
8.
Floss
gigi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penyakit
jaringan penyangga atau jaringan periodental adalah penyakit yang disebabkan
adanya infeksi pada jaringan periodontal.Gingivitis maupun periodontitis disebabkan oleh
bakteri yang ada di sekitar gingiva. Mikroorganisme ini terdapat pada
plaksupra-ginggival dan sub-ginggival. Radang dari gingiva adalah reaksi
gingiva terhadap rangsangan dari plak,
dari sulkus keluar cairan yakni eksudat, yang diperlukan untuk pertumbuhan
bakteri. Radang disebut gingivitis kalau ginggivamenunjukkan gejala-gejala
pembengkakan, perubahan warna dan pendarahan karena pemeriksaan dengan sonde.
3.2 Saran
Bagi
pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang peneleitian ini, sebaiknya
dapat mengungkapkan masalah ini secra lebih mendalam terperinci. Pembaca bisa
menjadikan penelitian ini sebagai panduan untuk melakukan penelitian lebih
lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
Delimunthe, Saidina Hamzah, 1995, Periodonsia
Klinis, Medan, Universitan Sumatera Utara Press
J. D. Manson, B. M. Eley, 1993, Buku Ajar Periodonti, Jakarta,
Penerbit Buku Kedokteran hal
Prof. dr. K. G. Konig, dkk, 1982, Prevelensi Dalam
Kedokteran Gigi Dan Dasar Ilmiahnya, Jakarta, Indonesian Dental Industries,
PT. Denta
Thanks, Sangat Membantu
BalasHapusterima kasih semoga bermanfaat
HapusGood Job
BalasHapusMakasi loh kak
BalasHapushehehe iyaa sama-sama
HapusSangat membantu, hanya kuranng kerapian saja bg 👌
BalasHapusiyaa maaf yaaa, nanti di perbaiki lagi
Hapussangat bermanfaat
BalasHapusthanks deaaa
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusthanks yaaa
HapusWawwww what a good information
BalasHapusthanks yaaa
HapusGood job👌 sngat memuaskan👍
BalasHapushehehe makasi yaa
HapusSangat bermanfaat dan menarik .. Good luck bg🍀
BalasHapusalhamdulillah, thanks yaa
HapusSangat bagus
BalasHapusthankss yaaa
HapusTerimakasih.... Sangat bermanfaatttt
BalasHapusiyaa sama", syukurlah kalau bermanfaat
HapusMakasi yaa nambah ilmunyaa ttg kshatan gigi
BalasHapushehehe iyaa sama", semoga bermanfaat
HapusIni sangat luar biasa , goodluck brother
BalasHapusWahh nambah pengetahuan
BalasHapushehhe terima kasih yaa semoga bermanfaat
HapusSangat bermanfaat ilmu nya, thanks yaa
BalasHapusiyaa sama-sama
HapusWaahh,suka sama tulisan ini,pertama aku nggak tau,setelah baca ini jadi nambah ilmu
BalasHapusiyaaa, semoga bermanfaat, dan ilmunya dapat di terapkan
HapusWahh keren bangettt,suka sama tulisannya
BalasHapusiyaa syukurlah kalau suka, terima kasih yaa
HapusAlhamdulillah bermanfaat... Terimakasih..
BalasHapusalhamdulillah , iyaa sama-sama
HapusAlhamdulillah, saya mengerti dengan makalah ini, terimakasih yaa
BalasHapusalhamdulillah dan syukurlah kalau mengerti, terima kasih yaaa
HapusTerimakasih , makalahnya bermanfaat
BalasHapussyukurlah kalu makalah ini bermanfaat, saya senang terima kasih yaaa
HapusMakalahnya sangat bermanfaat,
BalasHapusTerima kasih.
iyaaa sama".. thanks yaaa
HapusBermanfaat skaliii.. keren
BalasHapuswow, thanks yaaa...
HapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapussyukurlah semoga nambah ilmunya yaaa
HapusSangat bermanfaat, terimakasih🙏
BalasHapusiyaaa thanks yaaaa
HapusMantap, nambah ilmu dan bermanfaat
BalasHapushehehehe iyaaaa alhamdulillah thanks yaaa...
HapusAlhamdulillah, bermanfaat sekalai makalahnya
BalasHapushehehe thanks yaaaaa....
HapusBermanfaat terimakasih makalahnya
BalasHapusiyaa samaa samaa....
HapusMakalah ini sangat membantu pembaca, good job
BalasHapusthanks yaaa...
HapusBermanfaat sekali makalah nya jajaa
BalasHapusmakasiii dinaaaa....
HapusMakalh nya sngat bermanfaat ja
BalasHapushehehe iyaaa sama"
HapusMakalah nya sangat bermanfaat
BalasHapusalhamdulillah syukurlah kalau bermanfaat, thanks yaaaa....
Hapusmakalah nya sungguh bermanfaat seyeng
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusHehehe terima kasih yaaa
HapusHehehe terima kasih yaaa
HapusMksh kak, sangat bermanfaat kak :)
BalasHapusiyaa vee sama"....
HapusApa apaan nih tejja hahahah
BalasHapusapanya yg apaan giooooo wkwkwkwk
HapusSangat bermanfaat tejaa
BalasHapusterima kasih piaaaa
HapusTerima Kasih Ini Sangat Bermanfaat
BalasHapusiaa samaa samaaa
Hapusterbaiklah
BalasHapusMantap ilmu nya bg
BalasHapussyukurlah thanks yaaa
Hapus