Penyakit Jaringan Penyangga Gigi


PREVENTIF DENTISTRY
PENYAKIT JARINGAN PENYANGGA GIGI

Hasil gambar untuk logo poltekkes p-adang



OLEH:
Nama               : TEJA FEBRIANTO
NIM                : 175110526
SEMESTER    : IV A



DOSEN PEMBIMBING:
drg. Lisnyetty, M, Kes
Nova Herawati, SKp, G, M, Kes



JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
2019





KATA PENGANTAR
            Segala puji bagi allah SWT yang menciptakan, mengatur dan menguasai seluruh mahkluk didunia dan akhirat. Semoga kita senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan ridho-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasullulah Muhammad SAW, beserta keluarganya yang telah membimbing manusia untuk meniti jalan lurus menuju kejayaan dan kemulian.
Pada kesempatan kali, penulis  menulis sebuah makalah yang berjudul Penyakit Jaringan Penyangga Gigi penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua yang telah mendukung penulis dalam pembuatan makalah ini. Kemudian juga mengucapkan terima kasih kepada dosen penulis yaitu ibu drg.Lisnayetty, M, Kes dan ibu Nova Herawati, SKp,G, M. Kes, selaku pembimbing penulis dalam pembuatan makalah ini serta semua pihak yang telah membantu penulis sehingga makalah ini bisa terselesaikan.
Penulis berharap, agar makalah yang berjudul Penyakit Jaringan Penyangga Gigi ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya dan dapat menjadi acuan dalam pembuatan makalah lain dengan tema yang sama.


   Bukittinggi,       Maret 2019


                                                                                                           Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Gingivitis maupun periodontitis disebabkan oleh bakteri yang ada di sekitar gingiva. Mikroorganisme ini terdapat pada plaksupra-ginggival dan sub-ginggival. Radang dari gingiva adalah reaksi gingiva terhadap rangsangan dari  plak, dari sulkus keluar cairan yakni eksudat, yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri. Radang disebut gingivitis kalau ginggivamenunjukkan gejala-gejala pembengkakan, perubahan warna dan pendarahan karena pemeriksaan dengan sonde.
Pada periodontitis sudah terjadi sebuah kerusakan sehingga terbentuk poket. Hamper semua anak yang berusia 11-17 tahun menderita gingivitis. Pada golongan 15-24 tahun, 53% menderita periodontitis. Yakni sekitar gigi terbentuk poket dengan kedalaman lebih dari 3 mm, dan sudah ada gejala-gejala kerusakan tulang. Dengan bertambahnay usai maka bertambah pula jumlah poket dan kedalaman poket.
1.2.Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan penyakit jaringan penyangga gigi ?
b.      Jelaskan etiologi penyakit periodontal ?
c.       Jelaskan mekanisme penyakit periodontal ?
d.      Bagaimana cara pencegahan penyakit periodontal ?
1.3.Tujuan Penulisan
a.       Untuk mengetahui pengertian penyakit jaringan penyangga gigi.
b.      Untuk mengetahui etiologi penyakit periodontal.
c.       Untuk mengetahui mekanisme penyakit periodontal.
d.      Untuk mengetahu cara pencegahan penyakit periodontal.



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Gingivitis maupun periodontitis disebabkan oleh bakteri yang ada di sekitar gingiva. Mikroorganisme ini terdapat pada plaksupra-ginggival dan sub-ginggival. Radang dari gingiva adalah reaksi gingiva terhadap rangsangan dari  plak, dari sulkus keluar cairan yakni eksudat, yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri. Radang disebut gingivitis kalau ginggivamenunjukkan gejala-gejala pembengkakan, perubahan warna dan pendarahan karena pemeriksaan dengan sonde.
Pada periodontitis sudah terjadi sebuah kerusakan sehingga terbentuk poket. Hamper semua anak yang berusia 11-17 tahun menderita gingivitis. Pada golongan 15-24 tahun, 53% menderita periodontitis. Yakni sekitar gigi terbentuk poket dengan kedalaman lebih dari 3 mm, dan sudah ada gejala-gejala kerusakan tulang. Dengan bertambahnay usai maka bertambah pula jumlah poket dan kedalaman poket.
1.2.Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan penyakit jaringan penyangga gigi ?
b.      Jelaskan etiologi penyakit periodontal ?
c.       Jelaskan mekanisme penyakit periodontal ?
d.      Bagaimana cara pencegahan penyakit periodontal ?
1.3.Tujuan Penulisan
a.       Untuk mengetahui pengertian penyakit jaringan penyangga gigi.
b.      Untuk mengetahui etiologi penyakit periodontal.
c.       Untuk mengetahui mekanisme penyakit periodontal.
d.      Untuk mengetahu cara pencegahan penyakit periodontal.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penyakit Jaringan Penyangga Gigi
Penyakit jaringan penyangga atau jaringan periodental adalah penyakit yang disebabkan adanya infeksi pada jaringan periodontal. Penyakit periodontal menyerang pada daerahtepat dibawah sulkus gingiva. Penyakit ini akan menyebabkan terpisahnya gigi dengan jaringan periodontal. Saat jaringan periodontal rusak,maka sulkus akan berubah menjadi poket periodontal
            Penyakit periodontal memiliki tanda dan gejala yaitu:
a.       Pembengkakan pada gingiva
b.      Nyeri pada gingiva atau gigi menjadi sensitif saat mengunyah
c.       Pendarahan gingiva yang terjadi pada saat menggosok gigi
d.      Gigi tanggal pada orang dewasa
e.       Gigi goyang
f.       Adanya nanah pada gingiva
g.      Bau nafas yang tidak sedab
a.      Gingivitis
Gingivitis adalah peradangan pada gusi(gingiva). Gingiva sering terjadi dan bisa timbul kapan saja setelah tumbuhnya gigi. Cici-cirinya gusi meradang,tampak merah,membengkak dan mudah berdarah.
Gingivitis hampir selalu terjadi akibat penggosokan dan flosing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benar. Sehingga plak tetap ada di sepanjang garis gusi. Plak merupakan penyebab utama terjadinya gingivitis.

Faktor-faktor yang akan memperburuk peradangan:
1.      Kehamilan. Bila sebelum kehamilan sudah terjadi gingivitis, maka gingivitis akan semakin memburuk selama masa kehamilan. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan hormonal.
2.      Pubertas
3.      Pil KB atau sintik KB
4.      Konsumsi obat-obatan tertentu, antara lain fenitoin (obat anti kejang), siklosporin (diminum oleh penderita yang menglami pencangkokan organ), calcium channel blockers (misalnya nifedipin, obat untuk mengendalikan tekanan darah dan kelainan irama jantung). Mengkonsumsi obat-obat tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan gusi yang berlebihan sehingga plak sulit dibersihkan dan terjadilah gingivitis.
5.      Kekurangan vitamin C sehingga gusi meradang dan mudah berdarah .
Macam-macam gingivitis:
                          1.       Gingivitis deskuamativa
Merupakan suatu keadaan yang paling sering ditemukan pada wanita pasca menopause dimana lapisan gusi yang paling luar terpisah dari jaringan di bawahnya. Gusi menjadi sangat longgar sehingga lapisan terluarnya bisa digerakkan dengan kapas lidi.
Gingivitis deskumatif adalah penyakit kronis pada gingiva yang jarang terjadi. Gingivitis ini melibatkan gingiva interdental, bebas dan cekat. Penyakit ini sering dianggap sebagai bukan suatubbentuk penyakit melainkan sebagai manifestasi klinik dari sejumlah penyakit.
                          2.       Gingivitis simpleks
Gusi tampak merah,bukan pink. Gusi membengkak dan mudah digerakkan. Jika penderita menggosok gigi atau makan,gusi seringkali berdarah. Jika gingivitisnya berat, maka pada saat bangun pagi bantal akan dipenuhi oleh bercak darah, terutama jika pada saat tidur penderita bernafas menggunakan mulut.
                          3.       Gingivostomatitis Herpatik Akut
Merupakan infeksi virus pada gusi dan bagian mulut lainnya, yang menimbulkan nyeri. Gusi tampak berwarna merah terang dan terdapat banyak luka terbuka yang berwarna putih atau kuning di dalam mulut.
                          4.       Gingivitis pada Leukimia
Merupakan tanda awal dari leukimia pada sekitar 25% penderita anak-anak. Penyusupan (Infiltrasi)  sel-sel leukimia ke dalam gusi menyebabkan gingivitis dan berkurangnya kemampuan untuk melawan infeksi akan semakin memperburuk keadaan gini. Gusi tampak merah dan mudah berdarah. Pendarahan seringkali berlanjut sampai beberapa menit atau lebih karena pada penderita leukimia, darah tidak membeku secara normal.
b.      Periodontitis
Periodontitis adalah infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang alveolar yang menyangga gigi. Semua penyakit jaringan periodontal termasuk periodontitisakan mempengaruhi periodonsium atau jaringan di sekitar gigi. Periodontitis dapat menyebabkan gigi tanggal atau yang lebih buruk, meningkatnya resiko serangan jantung atau stoke dan masalah kesehatan serius lainnya.Tanda-tanda dan gejala periodontitis:
1.      Inflamasi Gingiva dan perndarahan
Keparahan inflamasi gingiva tergantung pada status kebersihan mulut;  bila buruk, inflamasi gingiva akan timbul dan terjadi perdarahan waktu penyikatan atau bahkan perdarahan spontan.
2.      Poket
Teoritis, bila tidak ada pembengkakan gingiva, poket sedalam lebih dari 2 mm menunjukkan adanya migrasi ke apikal dari epitelium krevikular, tetapi pem bengkakan inflamasi sangat sering mengenai individu muda usia sehingga poket sedalam 3-4 mm dapat seluruhnya merupakan poket gingiva atau poket palsu.

3.      Resesi gingiva
Resesi gingiva dan terbukanya akar dapat menyertai periodontitis kronis tetapi tidak selalu merupakan tanda dari penyakit. Bila ada resesi, pengukuran kedalaman poket hanya merupakan cerminan sebagian dari jumlah kerusakan periodontal seluruhnya.
4.      Mobilitas gigi
Beberapa mobilitas gigi pada bidang labiolingual dapat terjadi pada gigi yang sehat, berakar tunggal, khususnya pada gigi insisivus bawah yang lebih mobil daripada gigi berakar jamak. Bertambahnya mobilitas gigi disebabkan karena:
a.       Penyebaran inflamasi dari gingiva ke Jaringan yang terletak lebih dalam.
b.      Kerusakan jaringan penopang.
c.       Trauma oklusal
5.      Migrasi gigi
Gerakan gigi (atau gigi geligi) keluar dari posisi sebenarnya di dalam lengkung rahang merupakan tanda umum dari penyakit periodontal dan salah satu penyebab yang membuat pasien cemas. Posisi gigi pada keadaan sehat dapat dipertahankan oleh keseimbangan lidah, bibir dan tekana oklusal. Bila jaringan penopang rusak, tekanan ini menentukan pola migrasi gigi.
6.      Nyeri
7.      Krusakan tulang alveolar
8.       Halitosis dan rasa tidak enak

2.2 Etiologi Penyakit Periodental
a.       Faktor-faktor Primer
Penyebab primer dari penyakit periodontal adalah iritasi bakteri. Meskipun demikian, sejumlah kecil  plak biasanya tidak mengganggu kesehatan gingiva dan periodontal.

1.      Teori Plak
Hubungan antara kebersihan mulut dan penyakit gingiva sudah ditenukan sejak zaman purba. Dewasa ini sudah cukup banyak bukti yang mendukung hubungan tersebut.
1.      Jumlah bakteri yang ada pada leher gingiva yang inflamasi/poket periodondal lebih besar dari pada leher gingiva yang sehat.
2.      Bila ada inflamasi gingiva/poket periodondal jumlah organisme di dalam mulut akan meningkat.
3.      Injeksi bakteri mulut manusia pada babi dapat menimbulkan pembentukan abses, kalau bakteri ini bersifat pathogen.
4.      Penelitian epidemiologis terhadap berbagai kelompok populasi di berbagai belahan dunia menunjukkan hubungan langsung antara jumlah deposit bakteri yang diukur melalui indeks kebersihan mulut dan keparahan inflamasi gingiva.
5.      Data epidemiologi menunjukkan hubungan langsung antara status kebersihan mulut dan derajat kerusakan periodontal seperti terlihat dari gambaran radiografi tentang kerusakan tulang alveolar.
6.      Produksi inflamasi gingiva dalam percobaan, dengan cara penarikan semua bentuk pembersih mulut.
7.      Pemberian diet yang lunak dan lengket pada hewan juga dapat menimbulkan penyakit periodontal.
8.      Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa control kebersihan mulut dapat mengurangi terjadinya gingivitis.
9.      Inflamasi gingiva karena deihentikannya  pembersihan mulut dapat dapat dicegah dengan menggunakan larutan kumur antiseptic tertentu misalnya kloheksidin glukonat, baik pada manusia maupun hewan percobaan.
10.  Antibiotic sistematik maupun topical juga dapat mengurangi inflamasi gingiva
11.  Iritasi mekanis seperti tepi tumpatan yang berlebihan atau tumpatan yang kasar,tidak menimbulkan inflamasi gingiva kecuali bila tumpatan tertutup plak bakteri
12.  Pada hewan bebas organisme, kerusakan mekanis dari gingiva akibat pemakaian benang sutra antara gigi-geligi kelihatannya tidak menimbulkan inflamasi gingiva atau kerusakan tulang alveolar.
13.  Kultur bakteri dari poket periodontal manusia dapat menghasilkan enzim yang dapat mendegradasi jaringan ikat gingiva
14.  Pada penyakit periodontal terlihat kenaikan titer antibody terhadap plak bakteri.
15.  Limvosit dan sel plasma pembentuk immunoglobulin yang terdapat pada jaringan ikat gingiva dan cairan gingiva akan bertambah jumlahnya bila ada inflamasi gingiva.
16.  Pada penelitian in vitro, limvosit diaktifan oleh deposit plak dan terlihat hubungan langsung antara keparahan penyakit periodontal dengan transformasi limvosit.
17.  Bila individu dewasa muda yang sehat tidak membersihkan mulutnya selama 28 hari, akumulasi plak bakteri dan inflamasi gingiva yang terbentuk akan berhubungan dengan bertambahnya transformasi limvosit dalam pengeluaran faktor penghambat migrasi. Respon selular ini kembali normal 28 hari setelah plak di bersihkan
2.      Teori bakteri spesifik dan non-spesifik dari etiologi penyakit periodontal
a)      Teori spesifik
Menurut teori spesifik murni,bakteri patogen spesifik tunggal merupakan penyebab penyakit inflamasi periodontal. Pada keadaan ini perawatan harus dirahkan untuk menghilangkan bakteri patogen spesifik dari dalam mulut dengan pemberian antibiotik spektrum sempit yang tepat.
 Selanjutnya kontrol plak tidak perlu dilakukan karena plak tanpa bakteri patogen spesifik akan menjadi non-patogenik. Meskipun demikian belum satupun yanng dapat memenuhi kriteria socransky bahwa penyakit dapat disembuhkan dengan menghilangkan spesies yang diduga tanpa merubah kondisi plak.
b)      Teori non-spesifik
Menurut teori non-spesifik murni bakteri mulut terkolonisasi pada leher gingiva untuk membentuk plak pada keadaan tidak ada kebersihan mulut yang efektif. Penyakit inflamasi periodontal terbentuk bila proliferasi bakteri melebihi ambang batas resistensi hospes dan disebabkan karena efek flora plak total. Oleh karena itu kontrol plak yang menyeluruh dianggap perlu untuk mencegah dan merawat penyakit inflamasi periodontal.
b.      Faktor sekunder
a)      Faktor lokal
1.      Restori yang keliru
Restorasi yang keliru mungkin merupakan faktor  yang paling menguntungkan bagi retensi plak. Tepi tumpatan yang berlebihan sangat sering ditemukan dan berasal dari penggunaan matrik yang cerboh dan kegagalan untuk memoles bagian tepi. Restorasi dengan kontur yang buruk, terutama yang konturnya terlalu besar dan mahkota atau tumpatan yang terlalu cembung dapat menghalangi aksi penyikatan gigi yang efektif.
2.      Kavitas karies
Kavitas karies terutama di dekat tepi gingiva, dapat merangsang terbentuknya daerah timbunan plak.
3.      Tumpukan sisa makanan
Sisa makanan adalah baji yang kuat dari makanan terhadap gingiva diantara gigi gelligi. Bila gigi geligi bergerak saling manjauhi dapat terbentuk baji makanan khususnya bila ada plunger cusp.
4.      Geligi tiruan sebagian lepasan yang disainnya tidak baik
Giligi tiruan bagian lepas dengan desain yang buruk, cendrung berfungsi sebagai fokus timbunan plak. Akibat lanjut dari geligi tiruan sebagian dengan desain yang buruk adalah stress oklusal yang berlebihan pada gigi-gigi penyangga,dan faktor ini bersama dengan inflamasi gingiva karena plak adalah penyebab paling umum dari tanggalnya satu gigi.
5.      Pesawat ortodonti
Pesawat ortodonti yang dipakai siang dan malam, akan mengakibatkan inflamasi yang parah disertai dengan pembengkakan gingiva yang terjadi.
6.      Susunan gigi geligi yang tidak teratur
Susunan gigi yang tidak teratur seringkali disertai dengan inflamasi gingiva dan merupakan kasus untuk perawatan ortodonti kecuali bila teknik pembersihan pasien sangat baik.
7.      Kurangnya seal bibir atau kebiasaan bernafas melalui mulut
Kurangnya seal bibir sering berhubungan dengan kebiasaan bernafas melalui mulut,seal bibir yang kurang memadai juga dapat terjadi walaupun pasien bernafas melalui hidung.
8.      Merokok tembakau
9.      Groove perkembangan pada enamel serviakal atau permukaan akar.
b)      Faktor hospes

2.3  Mekanisme Pembentukan Penyakit
Bakteri adalah penyebab utama dari penyakit periodontal, namun jarang ditemukan pada jaringan dalam keadaan periodontitis kronis kecuali selama pembentukan abses. Hanya pada gingivitis ulseratif akut spirochaeta ditemukan menyerang jaringan tetapi masih dalam batas normal dan hanya berpenetrasi superfisial. Epitelium krevikular yang utuh tidak mudah tertembus oleh bakteri, tetapi dapat ditembus oleh antigen bakteri, metabolit dan enzim. Di sini diperkirakan bahwa inflamasi dan kerusakan jaringan disebabkan karena produk-produk tersebut.
a.       Efek langsung dari bakteri
Untuk dapat menimbulkan kerusakan bakteri harus:
1.      Berkolonisasi pada leher gingiva dengan menyerang pertahanan hospes,
2.      Merusak barier krevikular epitelial, atau
3.      Memproduksi substansi yarg dapat menimbulkan kerusakan jaringan baik secara langsung maupun tidak langsung, Masing-masing mekanisme tersebut akan dibicarakan secara terpisah:
b.      Metabolit bakteri dan faktor toksit
Ada bebersapa metabolit bakteri dan produk toksik yang dapat merusak jaringan atau merangsang terjadinya inflamasi. Faktor-faktor ini mencakup amoniak,ammin toksin, indole,asam organik,hidrogen sulfida,metilmerkaptan,dan dimetil disulfida.
1.      Antigen bakteri
Daerah infeksi periodontal
                                    Daerah-daerah infeksi periodontal:
1.      Plak supra gingiva
2.      Flora subgingiva yang terdiri dari:
a.       Melekat pada akar
b.      Bebas di dalam poket
c.       Didalam sementum
d.      Pada atau didalam dinding jaringan lunak poket
2.      Serangan bakteri
Serangan bakteri pada jaringan pada kasus periodontitis hanya kadang-kadang dapat ditemukan pada periodontitis kronis tahap lanjut dan juvenille periodontitis.
c.       Kerusakan jaringan tidak langsung
a.     Imunitas
b.    Inflamasi
Degradasi kolagen
Merupakan proses multi tahap. Masing-masing molekul kolagen terdiri dari 2 regio yang berbeda. Regio yang besar (96% berat molekul) adalah regio berbentuk helikel tripel yang resisten terhadap serangan sebagian besar proteinase kecuali kolagenase. Regio terminal yang lebih kecil terdiri dari peptida yang disebut peptida terminal,yang mengandung daerah hubungan sialng intra dan inter molekuler.
Degradasi proteoglikan
Bila jaringan ikat terdegradasi pada keadaan sakit, katabolisme dari kolagen sering ditimbulkan oleh proteoglikan tersebut. Proteoglikan terdiri dari glikosaminoglikan (GAG) yang berikatan dengan inti protein.
Enzim proteolitik dan sel-sel inflamasi
Enzim proteolitik yang terdapat dalm sel-sel inflamasi. PMN,makkrofag dan sel mast.
Leukosit polimorfonuklear neutrofil
PMN mengandung dan mengeluarkan asam dan proteinase netral
Makrofaq
Makrofaq mensintesa berbagai proteinase,tingkatannya biasanya lebih rendah bila dibandingkan dengan pada PMN terapi jumlah yang diproduksi akan makin bnyak dengan berjalannya waktu
Degradasi jaringan ikat oleh proteinase sel inflamasi
Resorpsi tulang
Resopsi tulang mungkIn merupakan faktor paling kritis pada kerusakan daerah perlekatan akibat periodontitis yang menyebabkan tinggalnya gigi.

2.4  Pencegahan Penyakit Jaringan Penyangga
1.      Jika penyebabnya adalah obat-obatan,maka pertumbuhan gusi yang berlebihan harus diangkat melalui pembedahan.
2.      Jika terjadinya kekurangan vitamin C dan niasin,berikan tambahan vitamin
3.      Untuk mencegah terjadinya pendarahan pada leukimia,sebaiknya penderita membersihkan giginya tidak dengan sikat gigi,tetapi menggunakan bantalan atau busa. Obat kumur klorexsidin bisa diberikan untuk mengendalikan plak dan mencegah infeksi mulut.
4.      Untuk pengobatab infeksi akut yang tanpa komplikasi dapat diberikan anti biotik
5.      Penggunaan antiseptik kumur seperti klorhexidin dapat membantu mengurangi jumlah kuman dalam mulut
6.      Bila nyeri dirasakan sangat mengganggu maka dapat diberikan pereda nyeri
7.      Dilakukan metode makanis untuk pembersihksn plak
8.      Floss gigi.




BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Penyakit jaringan penyangga atau jaringan periodental adalah penyakit yang disebabkan adanya infeksi pada jaringan periodontal.Gingivitis maupun periodontitis disebabkan oleh bakteri yang ada di sekitar gingiva. Mikroorganisme ini terdapat pada plaksupra-ginggival dan sub-ginggival. Radang dari gingiva adalah reaksi gingiva terhadap rangsangan dari  plak, dari sulkus keluar cairan yakni eksudat, yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri. Radang disebut gingivitis kalau ginggivamenunjukkan gejala-gejala pembengkakan, perubahan warna dan pendarahan karena pemeriksaan dengan sonde.
3.2  Saran
Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang peneleitian ini, sebaiknya dapat mengungkapkan masalah ini secra lebih mendalam terperinci. Pembaca bisa menjadikan penelitian ini sebagai panduan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.




DAFTAR PUSTAKA

Delimunthe, Saidina Hamzah, 1995, Periodonsia Klinis, Medan, Universitan Sumatera Utara Press
J. D. Manson, B. M. Eley, 1993, Buku Ajar Periodonti, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran hal
Prof. dr. K. G. Konig, dkk, 1982, Prevelensi Dalam Kedokteran Gigi Dan Dasar Ilmiahnya, Jakarta, Indonesian Dental Industries, PT. Denta




Komentar

  1. Sangat membantu, hanya kuranng kerapian saja bg 👌

    BalasHapus
  2. Wawwww what a good information

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat dan menarik .. Good luck bg🍀

    BalasHapus
  4. Terimakasih.... Sangat bermanfaatttt

    BalasHapus
  5. Makasi yaa nambah ilmunyaa ttg kshatan gigi

    BalasHapus
  6. Ini sangat luar biasa , goodluck brother

    BalasHapus
  7. Sangat bermanfaat ilmu nya, thanks yaa

    BalasHapus
  8. Waahh,suka sama tulisan ini,pertama aku nggak tau,setelah baca ini jadi nambah ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, semoga bermanfaat, dan ilmunya dapat di terapkan

      Hapus
  9. Wahh keren bangettt,suka sama tulisannya

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah bermanfaat... Terimakasih..

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah, saya mengerti dengan makalah ini, terimakasih yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah dan syukurlah kalau mengerti, terima kasih yaaa

      Hapus
  12. Terimakasih , makalahnya bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah kalu makalah ini bermanfaat, saya senang terima kasih yaaa

      Hapus
  13. Makalahnya sangat bermanfaat,
    Terima kasih.

    BalasHapus
  14. Sangat bermanfaat, terimakasih🙏

    BalasHapus
  15. Mantap, nambah ilmu dan bermanfaat

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah, bermanfaat sekalai makalahnya

    BalasHapus
  17. Bermanfaat terimakasih makalahnya

    BalasHapus
  18. Makalah ini sangat membantu pembaca, good job

    BalasHapus
  19. Bermanfaat sekali makalah nya jajaa

    BalasHapus
  20. Makalh nya sngat bermanfaat ja

    BalasHapus
  21. Makalah nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah syukurlah kalau bermanfaat, thanks yaaaa....

      Hapus
  22. makalah nya sungguh bermanfaat seyeng

    BalasHapus
  23. Mksh kak, sangat bermanfaat kak :)

    BalasHapus
  24. Terima Kasih Ini Sangat Bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar